Demam batu akik, layaknya monkey bussines

Hai bro

Tahun 2015 mungkin bisa dianggap tahun dimana batu akik menjadi suatu barang yang cukup mahal, bahkan ada media sosial yang pernah memberitakan sebuah batu akik yang berharga 1.5 milyar rupiah. Sebuah harga yang cukup fantastis untuk sebuah batu, mungkin unsur seni bicara disini.

Lalu apa hubungannya dengan monkey bussines? Apakah disamakan dengan bisnis monyet?

Bukan, bukan seperti itu, namun awansans akan memberikan sedikit cerita dan brader sekalian bisa menyimpulkan sendiri image Suatu hari di sebuah desa, datang seseorang yang kaya raya ingin mengumpulkan sebuah monyet, dan dia mengumumkan ke seluruh warga desa bahwa dia akan membeli satu ekor monyet seharga 50.000.

Padahal di desa tersebut, monyet tidak ada harganya karena jumlahnya yang sangat banyak dan sering dianggap sebagai pemakan tanaman.

Para penduduk desa yang menyadari banyak monyet di sekitar desa mulai mencari dan menangkapi monyet tersebut satu per satu. Kemudian si orang kaya membeli ribuan ekor monyet dengan harga Rp 50.000,- .

Karena penangkapan secara besar-besaran akhirnya monyet-monyet semakin sulit dicari, akhirnya penduduk desa pun menghentikan usahanya untuk menangkapi monyet-monyet tersebut.

Kemudian si orang kaya itu sekali lagi kembali untuk mengumumkan akan membeli monyet dengan harga Rp 100.000 per ekor. Tentu saja hal ini memberi semangat dan “angin segar” bagi penduduk desa untuk kemudian mulai untuk menangkapi monyet lagi.

Tidak lama kemudian jumlah monyet pun semakin sedikit, dari hari ke hari semakin sulit dicari, kemudian penduduk pun kembali ke aktifitas seperti biasanya, yaitu bertani. Karena monyet kini telah langka, harga monyet pun meroket naik hingga Rp 150.000,- setiap ekornya. Tapi tetap saja monyet sudah sangat sulit dicari.

Sekali lagi si orang kaya mengumumkan kepada penduduk desa bahwa ia akan membeli monyet dengan harga Rp 500.000,- per ekor! Namun, karena si orang kaya harus pergi ke kota karena urusan bisnis, asisten pribadinya akan menggantikan sementara atas namanya.

Dengan tiada kehadiran si orang kaya, si asisten pun berkata pada penduduk desa: “Lihatlah monyet-monyet yang ada di kurungan besar yang dikumpulkan oleh si orang kaya itu. Saya akan menjual monyet-monyet itu kepada kalian dengan harga Rp 350.000,- tiap ekor dan saat si orang kaya kembali, kalian bisa menjualnya kembali ke si orang kaya dengan harga Rp 500.000,- . Bagaimana…?”.

Akhirnya, penduduk desa pun mengumpulkan uang simpanan mereka, mereka berebut mencari monyet dan membeli semua monyet yang ada di kurungan. Namun…Kemudian… Mereka tak pernah lagi melihat si orang kaya maupun si asisten di desa itu!

Selamat datang di Wall Street..!

Inilah yang dikatakan orang “Monkey Bussiness”! image Dan jangan terjebak oleh “Monkey Business”…

Seperti pohon jemani atau gelombang Cinta

Seperti ikan Lohan

Seperti semua barang yang kita beli tetapi bukan karena kita membutuhkan nya..

Hati hati Monkey Business yang sekarang lagi marak “EFEK DEMAM BATU AKIK AKIK” image Credit from : Mix Knowledge Pict from: google.com

Iklan

5 thoughts on “Demam batu akik, layaknya monkey bussines”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s